Saturday, August 13, 2016

Rahasia Angka 11 Dalam Al-Qur'an Surat Yusuf Ayat 4

ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat ahada asyara (11 [sebelas]) kaukaban, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku". (Q.S : Yusuf ayat : 4)

Yusuf dalam Al-Qur'an merupakan surat ke-12 yang terdiri dari 111 ayat, Yusuf adalah nama Nabi Yusuf. Maksud dari ahada asyara (11) kaukaban, matahari dan bulan, bisa kita simak dari ayat berikut ini :


Dan ia menaikkan kedua ibu-bapanya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf. Dan berkata Yusuf: "Wahai ayahku inilah ta'bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah syaitan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (Q.S ; Yusuf : 100)

Dengan memperhatikan ayat tersebut diatas, sebagian besar para ulama menyatakan bahwa yang dimaksud dalam mimpi nabi Yusuf yaitu matahari adalah bapaknya Nabi Yusuf yaitu Nabi Ya'kub, bulan adalah ibunya Nabi Yusuf sedangkan 11 kaukaban adalah saudara-saudaranya Nabi Yusuf.

Bila kita simak ayat sebelumnya yaitu surat Yusuf ayat 99 sebagai berikut :


Maka tatkala mereka masuk ke (tempat) Yusuf: Yusuf merangkul ibu bapanya dan dia berkata: "Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman". (Q.S Yusuf ayat : 99)


Bahwa dari ayat tersebut Nabi Yusuf merupakan salah satu pejabat di wilyah negeri Mesir, dimana menurut sejarah peradaban Mesir pada tahun 2776 SM, masyarakat Mesir Kuno sudah mengenal penanggalan berdasarkan sistem peredaran matahari. Perlunya sistem penanggalan dikarenakan orang Mesir Kuno yang hidup dari pertanian, yang pada setiap tahun harus menanggulangi banjir. Mereka membagi setahun menjadi 12 bulan dan setiap bulan terdiri dari 30 hari. Mereka juga sudah mengenal adanya tahun kabisat. 

Bila kita perhatikan surat Yusuf ayat 4, dalam terjemahan Departemen Agama, kata kaukaban diartikan sebagai bintang, orang Mesir Kuno telah mengenal rasi bintang salah satunya yang penting adalah Orion atau Waluku (“Bintang Bajak”), suatu rasi bintang yang sering disebut-sebut sebagai sang pemburu. Rasi Orion: dan ini adalah rasi bintang yang paling diagungkan pada jaman mesir kuno karena rasi tersebut melambangkan seorang raja mesir. Rasi bintang tersebut terdapat beberapa bintang yaitu, Alnitak (zeta Orionid), Alnilam (epsilon Orionid), Mintaka (delta Orionid), Betelgeuse (alpha Orionids), Rigel (Beta Orionids), yang bisa disaksikan pada bulan januari hingga april.

Sehingga rasanya kurang tepat kalau kaukaban diartikan sebagai bintang, karena bintang jumlahnya sangat banyak, lebih tepat kalau diartikan atau diterjemahkan dengan kata planet, sebab orang Mesir Kuno telah mengenal planet yaitu merkurius, venus, mars, satrunus dan jupiter. 

Dengan demikian kalau kita terjemahkan kaukaban dengan planet : "... melihat ahada asyara (11 [sebelas]) planet, matahari dan bulan;...  

dengan demikian sesuai pengetahuan modern saat ini kita mengenal 9 planet dalam sistem tatasuraya kita yaitu :
  1. Merkurius.
  2. Venus.
  3. Bumi.
  4. Mars.
  5. Yupiter.
  6. Saturnus.
  7. Uranus.
  8. Neptunus.
  9. Pluto
sehingga kalau dijumlah 9 planet + matahari + bulan = 11


“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui” (Q.S : Yunus : 5)

Bahwa perjalan Bulan berguna untuk mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu, hubungan antara angka 11 dengan bilangan tahun dan perhitungan waktu adalah adanya tahun kabisat yaitu penambahan 1 hari dalam setahun setiap periode tahun tertentu karena adanya kekurangan penghitungan jumlah hari setelah periode tahun tertentu, contohnya 1 tahun dalam kalender hijriyah = 354 hari ternyata dalam kenyataannya setelah periode tertentu ada kekurangan sebanyak 1 hari maka dalam tahun periode tertentu itu 1 tahun ditambahkan 1 hari, jadi tahun kabisat = 355 hari.

Bahwa kalender hijriyah didasarkan pada perputaran Bulan mengelilingi Bumi yang lamanya 1 kali mengelilingi Bumi adalah = 29 hari 44 menit 3 detik atau 29,5 hari, sedangkan penanggalan 1 bulan ada yang 29 hari dan ada yang 30 hari dengan berselang seling, sehingga lebih jelas lihat tabel berikut ini :

Bulan Ke
Nama Bulan
Lamanya Hari
1
Muharam
30
2
Safar
29
3
Rabi’ul Awal
30
4
Rabi’ul Akhir
29
5
Jumadil Awal
30
6
Jumadil Akhir
29
7
Rajab
30
8
Syaban
29
9
Ramadhan
30
10
Syawal
29
11
Dzulkaidah
30
12
Dzulhijah
29/(30)
Total
12 Bulan
354/(355)
Sehingga ada waktu sekitar 44 menit 3 detik terbuang selama 1 bulan jadi kalau 1 tahun = 12 x 44 menit 3 detik = 8 jam 48 menit 36 detik. Apabila dalam jangka 30 tahun maka waktu yang terbuang adalah 30 x 8 jam 48 menit 36 detik = 11 hari! artinya setiap interval 30 tahun ada 11 tahun termasuk tahun kabisat dan 19 tahun termasuk tahun biasa. 

Demikian semoga bermanfaat!

Contact Form

Name

Email *

Message *