Thursday, August 18, 2016

Rahasia Angka 4 Dalam Al-Qur'an Surat At-Taubah Ayat 36

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ar ba'atun (4 [empat]) bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (Q.S At-Taubah ayat ; 36)

Surat At-Taubah dalam Al-Qur'an merupakan surat ke-9 yang terdiri dari 129 ayat, At-Taubah artinya pengampunan, dimana dalam surat ini diawal surat tidak ada kalimat Bismillahirrahmanirrahim.

Untuk mengungkap rahasia angka 4 dalam surat ini bisa kita simak ayat-ayat berikut ini :



Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di muka bumi selama ar ba'ah (4 [empat]) bulan dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat melemahkan Allah, dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir. (Q.S. At-Taubah : ayat 2)

Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang. (Q.S At-Taubah ayat : 5)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (Q.S. Al-Maidah : ayat 97)

“Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram itu adalah menambah kekafiran, disesatkan orang-orang yang kafir dengan mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat mensesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkannya maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Syaitan) menjadikan mereka memandang baik perbuatan mereka yang buruk itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir”.(QS. AT-Taubah ayat :37)

“Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan haram, katakanlah: “Berperang pada bulan itu adalah dosa besar tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan membuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh.” Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran)”. (Q.S. Al-Baqarah ayat : 217)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan ketika kamu sedang ihram. Barangsiapa diantara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya. Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan di"haram"kan atasmu (manangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. Dan bertaqwalah kepada Allah yang kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan. (QS AL-Maaidah : ayat : 95 - 96)

Juga kita simak hadits-hadits berikut ini :

“Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaimana bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan diantaranya terdapat empat bulan yang dihormati, tiga bulan diantaranya berturut-turut Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab Mudhar, yang terdapat diantara bulan Jumada tsaniah dan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Bakrah)

Rasulullah bersabda : “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah Muharram. Sedangkan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam”. (HR. Muslim, Abu Daud, Tarmizi, Nasai’ dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah dengan status hadis marfu’)

Diakhir hayatnya shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau berniat untuk berpuasa pada hari kesembilan dari Muharram guna menyelisihi kaum yahudi yang hanya mengkhususkan puasa   mereka pada hari kesepuluh ('Asyura) "Jika masih mendapati tahun depan dengan izin Allah, maka aku akan berpuasa pada hari yang kesembilan." (HR. Muslim: 1134)

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, maksud angka 4 dalam ayat 36 surat At-Taubah adalah 4 (empat) bulan haram yang dalam hadits disebutkan sebagai bulan Allah Muharram dan bulan yang dihormati yaitu :
  1. Dzulqaidah
  2. Dzulhijjah
  3. Muharram
  4. Rajab Mudhar
Sedangkan hal-hal yang tidak dibolehkan dalam 4 (empat) bulan haram tersebut adalah :
  • jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya
  • jangan (mengganggu) binatang-binatang qalaa-id
  • jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya
  • Berperang pada bulan itu adalah dosa besar, tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya lebih besar (dosanya) di sisi Allah.
Sedangkan hal-hal yang lebih baik dilakukan pada 4 (empat) bulan haram yaitu : berpuasa terutama hari kesembilan di bulan Dzulhijjah yang disebut dengan hari Arafah karena pada hari itu Allah SWT membanggakan hamba-Nya yang tengah berkumpul di ARafah kepada Malaikat, Arafah adalah nama sebuah gunung dimana Nabi Muhamad SAW untuk terahir kalinya berpidato kepada umat Islam, juga dimana tempat bertemunya Nabi Adam dan Hawa sejak terusir dari Syorga.

Hal ini sesuai dengan perhitungan secara matematika yaitu ayat 36 surat At-Taubah apabila dibagi 4 hasilnya adalah 9 (sembilan), begitu juga kalau diurai 36 itu 3 + 6 = 9, serta apabila diurut 3, 4, 5, 6, dua bilangan diapit apabila dijumlahkan 4 + 5 = 9, begitu juga surat At-Taubah merupakan surat ke-9. 

Dan keistimewaan hari Arafah adalah :

  1. Hari Arafah adalah hari disempurnakannya agama Islam dan nikmat.
  2. Hari Arafah adalah hari ‘ied (perayaan) kaum muslimin.
  3. Puasa pada hari Arafah akan mengampuni dosa dua tahun.
  4. Hari Arafah adalah hari pengampunan dosa dan pembebasan dari siksa Neraka.

Demikian semoga bermanfaat!

Contact Form

Name

Email *

Message *